Kaifa Haaluk ya Nafsiy?

change“Balil insaanu ‘ala nafsihi bashiroh”. Dan dengang pengetahuan yang cukup akan diri ini, maka jawablah wahai diriku…

Kaifa haaluk?

Masihkah kekuatan iman menghujam dalam jiwamu? Apa yang menghalangimu menambah iman? Apa yang memberatkan langkahmu datang ke majelis iman? Apakah kamu sudah merasa yakin wahai diriku bahwa kamu akan selamat di hadapan Allah kelak hanya dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah komitmen dengan janji yang kamu ikrarkan setiap hari di hadapan Rabbmu bahwa, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah”? Ataukah seluruh potensi dan waktumu hanya kamu habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Jujurlah wahai diriku…

Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujung tahun ini kamu audit, pasti akan kamu temui wahai diriku, betapa banyak amanah yang tidak dapat kamu tunaikan, betapa banyak nikmat yang kamu kufuri, betapa banyak kewajiban yang kamu telantarkan, betapa banyak hak-hak yang kamu abaikan, betapa banyak ibadah yang kamu sia-siakan, betapa banyak..betapa banyak..iqra kitaabak kafaa binafsikalyauma ‘alaika hasiba.

Kaifa haaluk?

Lihatlah umat di sekelilingmu telah menunggu! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? Adakah sepatah nasihat telah terucap? Adakah perbuatan dan titahmu telah menjadi qudwah dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlak baikmu telah menjadi cermin bagi saudaramu?

Ataukah kamu..wahai diriku, sampai saat ini masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah kesibukan dunia sedemikian menghimpitmu sehingga kamu tak sempat berbuat apa-apa?

Kaifa haaluk?

Sudah saatnya kamu menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, sudah saatnya wahai diriku, kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan..innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiru maa bi anfusihim.