Jiwa yang Subur bagi Hujan Ilmu

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya laksana hujan deras yang menimpa tanah. Di antara tanah itu ada yang subur. Ia menerima air lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah kering yang menyimpan air. Lalu Allah memberi manusia manfaat darinya sehingga mereka meminumnya, mengairi tanaman, dan berladang dengannya. Hujan itu juga mengenai jenis (tanah yang) lain yaitu yang tandus, yang tidak menyimpan air, tidak pula menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah… (HR. Muslim)

________________________________________________________________

Dalam memaknai hadits, ulama menetapkan kaidah bahwa pelajaran terletak dalam keumuman lafaz bukan pada kekhususan sebab. Hal itu dikarenakan, sebagaimana tidak semua ayat Al Quran memiliki asbabun nuzul begitupula dengan hadits-hadits. Asbabul nuzul atau asbabul wurud disebutkan untuk membantu memahami ayat atau hadits secara umum. Dan bukan berarti bahwa ayat atau hadits tersebut cuma menjelaskan tentang perkara-perkara yang menjadi penyebab turunnya ayat atau hadits tersebut secara khusus.

Hadits riwayat Muslim di atas memang perumpamaan yang ditujukan bagi orang-orang dalam mempelajari ilmu agama. Namun, bisa juga dijadikan perumpamaan bagi orang-orang dalam mempelajari berbagai ilmu, termasuk ilmu yang dipelajari di institute teknologi. Toh, semua ilmu di muka bumi ini adalah milik Allah. Berasal dari Allah. Allah yang mengilhamkan kepada manusia.

Perumpamaan pertama adalah tanah yang subur yang menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ini adalah orang-orang yang bisa memenuhi hak ilmu, yaitu mengamalkannya. Ia berhasil mentransformasi ilmu yang telah dipelajarinya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Sesuatu yang memudahkan hidup orang banyak. Sesuatu yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi gelar atau kebanggaan duniawi semata. Orang-orang ini adalah para engineer yang mengabdikan ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Perumpamaan kedua adalah orang yang mengajarkan ilmu yang diperolehnya. Yang dari pengajarannya itu, orang lain bisa mendapatkan manfaat. Baik itu manfaat bagi dirinya sendiri, untuk mencari penghidupan, atau manfaat bagi orang banyak, dimana orang yang belajar darinya menjadi orang dalam perumpamaan pertama. Orang-orang ini adalah para dosen, guru, pengajar, tutor, dsb.

Perumpamaan ketiga adalah orang yang ilmunya tidak bermanfaat baginya. Ia tidak memperoleh kecuali gelar yang menjadi kebanggaan. Tidak memikirkan kecuali perutnya. Orang seperti ini, nilainya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya. Ia terjebak dalam rutinitas hidup yang menipu. Tampak hebat dengan berbagai capaian duniawinya. Tapi sebenarnya ia tidak berjalan kemanapun. Tidak melakukan apapun.

Yang terbaik, dalam pandangan saya, tentu saja perumpamaan pertama. Orang-orang dalam perumpamaan pertama mampu memberikan kemaslahatan dalam lingkaran yang sangat luas, bahkan pada orang yang tidak mengenalnya. Orang tidak harus mengenal dan belajar darinya untuk menikmati kemanfaatan ilmunya. Namun, tidak mudah menjadikan jiwa sebagai tanah yang subur bagi hujan ilmu. Tidak cukup hanya dengan ikhtiar semata, butuh pertolongan Allah. Karenanya, Rasulullah mengajarkan doa yang sangat indah :

allahumma aati nafsi taqwaahaa wa-zakkihaa, anta khayru man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa-mawlaahaa – Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketaqwaannya dan sucikanlah ia. Karena Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkaulah walinya dan Engkaulah pembelanya” (HR. Muslim)

Kesucian jiwa memiliki berbagai makna tergantung asal katanya. Kata zakkyah memiliki makna kesuburan jiwa. Jadi, doa ini memohon pada Allah agar diberikan jiwa yang subur : produktif dan mampu menumbuhkan segala kebaikan. Kata zakky memiliki makna karya jiwa. Kata zakkah memiliki makna mulia. Dan kata zakka memiliki makna sempurna.

__________

Saya ingin menjadi tanah yang subur bagi hujan ilmu informatika ini. Menyerap air yang dijatuhkannya dengan baik dan mudah. Lalu menumbuhkan rerumputan. Menumbuhkan pohon yang baik. Akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Daun dahannya rimbun. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seijin Rabb-nya.. dengan seijin Rabb-nya..

Maka, My Rabb, ijikanlah.. takdirkanlah.. mudahkanlah.. berkahilah.. kebun karya yang baru kubuka dari hujan informatika ini.