Futur

M*** sholihah, silahkan dijalani dulu biidznillah, semoga amanah tersebut mengantarkan pada nashrullah untuk berbagai aktivitas M***, insya Allah.

_____________

SMS tersebut dikirim oleh Murabbi saat sebuah amanah ditawarkan pada saya. Malam ini, saya merenungkan semua yang telah saya jalani sejak saat itu.. Dan saya hanya dikuasai oleh kecurigaan bahwa amal ini tidak diterima-Nya. Could I start all over again, My Rabb, please?

Saya merindukan betapa menyengatnya bau surga saat menapakkan langkah kaki di garis keringat dan darah jalan ini. Betapa nikmatnya mengorbankan segala hal yang bisa dikorbankan. Saya berharap masih punya waktu dan kesempatan untuk Rakib mencatat dan Atid menghapus. Berharap masih banyak kenangan indah di jalan ini yang akan Allah upload ke memori. Saya bertekad mengaktifkan potensi yang masih idle. Bertekad menemukan kembali jalan yang telah Allah bentangkan, memainkan peran dalam skenario yang telah Allah tuliskan, semuanya khusus untuk saya.

Betapa banyak orang yang menghentikan aktivitas dakwahnya untuk fokus pada kepentingan duniawi justru menuai kegagalan. Intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum.. Innallaha ‘alla kullii syaiin kodiir.. Secara formal, serah terima jabatan sudah selesai kemarin lusa. Secara internal, sebentar lagi struktur siyasi akan berganti pengurus. Tapi, camkan, tidak akan ada yang bisa menggantikan saya dalam struktur kepengurusan dakwah di muka bumi ini. Demi Allah!

What’s next?

__________

Hati, hiduplah..