Happy Belated Birthday

hei, kamu yang sedang menikmati the dance-nya dave koz sambil menciumi wangi sedap malam dalam vas, apa kabar hafalan al anfal hari ini? sini, duduk disampingku sebentar! bawa saja setangkai sedap malamnya kesini.

kita harus bicara serius. bukan karena kemaren adalah ulang tahunmu ke-24 yang tak sengaja kulupakan. tapi karena hari ini, kita sudah menempuh perjalanan bersama selama 24 tahun satu hari. sebuah perjalanan pulang kembali ke kampung halaman akhirat. karena kita tidak tahu, berapa lama lagi kebersamaan kita di dunia ini. karena masih ada beberapa dunia yang harus kita lewati, tapi hanya di dunia ini kita bisa mengumpulkan bekal. jadi, mari kita bicara. melihat kebelakang, apa yang bisa kita syukuri, apa yang harus kita benahi. melihat kedepan, apa yang bisa kita usahakan.

24 tahun rasanya singkat ya? tapi kalau kita lihat, banyak juga yang bisa dikenang. aku bersyukur melihatmu tumbuh di tangan ayah dan ibu yang hebat. semoga Allah merahmati mereka atas semua pengorbanan, perjuangan, doa, hati yang menahan dan pelukan sayang. aku berterimakasih pada Tuhan, untuk semua hal yang kau alami. karena aku menyaksikanmu tumbuh dengan itu semua. kau juga merasakannya bukan? kau ingat bagaimana pemberang, sombong, dan bebalnya dirimu dulu? dan lihat sekarang.. betapa kuasa Allah nyata dalam hidupmu dan penjagaannya sempurna di sepanjang usiamu.

24 tahun itu ternyata tidak sebentar ya? maafkan aku yang selama ini sudah mengabaikanmu. memaksamu tidur dan hidup di jam yang tidak normal, sengaja membuatmu tak teratur makan, mencekokimu bergelas-gelas kopi meski tahu lambungmu tak lagi tahan. ah, tapi itu tidak seberapa dengan pengabaianku pada suaramu. sejak dulu aku memang pandai mengajukan alasan. dan meski tak bisa membohongi orang lain, entah mengapa begitu mudahnya aku membohongimu. untuk segala sakit yang kutimbulkan, sekali lagi aku minta maaf.

24 tahun kita bersama, aku ingin berterimakasih. terimakasih untuk mulai percaya pada kemampuanku. terimakasih untuk selalu ada. terimakasih untuk selalu bisa diandalkan. entah berapa lama waktu tersisa, tapi aku janji untuk menempuhnya bersamamu dengan sepenuh kesadaran akan keberadaanmu. janji untuk mendengarkanmu. janji untuk memperlakukanmu dengan lebih baik. janji untuk mencintaimu dengan benar. janji untuk menyediakan kemauan yang tak terbatas untuk keinginanmu yang juga tak terbatas itu.

kamu juga janji ya.. jangan bosan mengingatkanku. janji setiap pagi akan bilang padaku, “you are braver than you believe, stronger than you seem, smarter than you think, and more beautiful than you look”. janji akan selalu minta pada Tuhan untuk mengumpulkan ikhlas, ilmu, amal, ketawadhuan, harta, kezuhudan, kedermawanan, dan akhir terbaik dalam diriku.

that’s it, myself.. motto motto ganbatte kudasai!