Nashrullah

Allah.. when I lose hope because my plans have come to nothing, then help me to remember that Your Love is Greater than my disappointments and Your Plans for my life are Better than my dreams..

Abu Ma’laq, seorang sahabat Rasul, pernah mengalami kejadian yang sangat menakjubkan untuk diceritakan. Bahkan hingga kini. Anas bin Malik menuturkan bahwa dalam suatu perjalanan, Abu Ma’laq yang terkenal sebagai pedagang yang tekun dan hamba yang sholih dicegat perampok. Perampok tersebut meminta semua harta Abu Ma’laq yang dibawanya saat itu. Setelah Abu Ma’laq menyerahkan hartanya, perampok tersebut hendak membunuh Abu Ma’laq. Melihat kesungguhan di wajah keras si perampok, Abu Ma’laq merasa hanya Allah lah tempat bergantung.

“Izinkan aku shalat terlebih dahulu”, kata Abu Ma’laq.

“Shalatlah sebanyak yang kau mau”, jawab si perampok setengah mengejek.

Maka Abu Ma’laq shalat empat rakaat, dan dalam sujud terakhirnya dia berdoa kepada Allah, “Wahai Allah Yang Maha Penyayang, pemilik Arsy, Yang Maha Mulia. Wahai Yang Maha Berbuat apapun yang Endkau kehendaki, aku memohon dengan keperkasaan-Mu yang tidak tertandingi, kekuasaan-Mu yang tidak terkalahkan, dan cahaya-Mu yang memenuhi seluruh penjuru Arsy, tolonglah diriku wahai Yang Maha Penolong, halangilah kejahatan perampok ini kepadaku”.
Diulangnya doa itu tiga kali sebelum mengakhiri shalat. Si perampok sudah bersiap membunuh Abu Ma’laq. Tiba-tiba, datanglah seorang penunggang kuda gagah yang menghunus tombak mendekati mereka. Penunggang kuda itu menusuk tubuh perampok tepat sebelum perampok membunuh Abu Ma’laq.

Tubuh perampok itu tersungkur ke tanah. Abu Ma’laq heran darimana datangnya penunggan kuda ini, siapa dia, bagaimana bisa ia tiba-tiba datang menyelamatkannya?

“Aku adalah malaikat dari langit keempat. Ketika engkau melantunkan doamu pertama kali, aku mendengar di langit bunyi gemeretak seolah-olah dinding langit berderak-derak. Ketika engkau mengulang doa untuk kedua kalinya, langit berguncang dan penduduk langit riuh bertanya siapakah orang yang memanjatkan doa sedemikian dahsyat hingga menggetarkan langit. Dan ketika engkau mengulang doa itu untuk ketiga kalinya, aku mendengar bahwa doa itu dikeluarkan oleh seorang hamba shalih yang tengah mendapat kezhaliman. Maka akupun meminta ijin pada Allah untuk menolongmu dan Allah pun mengabulkan”, jawab sang penunggang kuda sebelum berderap kembali ke tengah gurun.

i borrow the pic

Masihkah tak yakin bila Allah mendegar doa hamba-Nya yang shalih? Seharusnya kau mempertanyakan seberapa sholih dirimu alih-alih meragukan Allah. Karena jika yakin saja tidak, mungkinkah dikabulkan?

Mari hidupkan malam, terutama sepertiganya. Sampaikan semuanya pada Allah. Benar-benar itu Allah turun ke langit dunia.

*referensi : Kolom Kissah Majalah Ummi No.07/XX November 2008/1429H by Zylifera Jamil