End Year Gratitude and New Year Wish

Alhamdulillah..

Untuk semua rahmat-Mu tahun ini.

Untuk kegagalan yang membawa pada kesempatan baru yang lebih baik. Aku masih ingat saat pintu-pintu yang semula terbuka lebar untuk ecomodel tertutup. When all the enthusiasm and hardwork turn to nothing, I cried that evening. I felt sorry for my lack of skill and experience and connection and some bad thougt. But I learnt. And hoped. And tried again.

Dan kemudian, Kau bukakan pintu-pintu pada kemungkinan dan kesempatan yang lebih baik, yang lebih menantang. Orang-orang hebat yang memperkaya jiwa. Dukungan orang-orang tersayang. Ujian naik kelas yang indah untuk dikenang tapi tidak ingin diulang, hehe.. Ya, kalau diulang berarti belum lulus kan? Hehe..

So, once again,.

My Rabb, thank you for the wonderful 2011 year. May my coming year be filled with magic experiences and dreams come true and good madness. And I hope, somewhere in this year, You will surprise me, challenge me, help me and grow me up with Your blessing. Again.

I love You. Always.

i borrow the pict

NB : I got a new year presents from mom, some pretty dresses she made herself, with message “tahun baru, semangat baru, ya!”. She is the best mom in the world.. 🙂

Advertisements

Beyond Words

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah ngijabahi

Malam ini, selepas isya, saat menekuri Riyadhus Sholihin, ibu menelpon dan menyanyikan tembang di atas. Lalu dibacakannya terjemahan ayat 130-135 dari Surat Ali Imron :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa mereka–dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Lalu ibu bercerita tentang perjuangannya dulu. Bagaimana ia memanen jagung, mengupasnya, menjemurnya, memipihnya, menjemurnya lagi, menumbuknya, menapihnya, merendamnya, menumbuknya lagi, lalu menanaknya menjadi nasi jagung untuk dimakan. Bahwa hidup itu harus berjuang untuk meraih apa yang diimpikan. Tak peduli seberapa beratnya, itu haruslah cara yang diridhoi-Nya. Dan ibu janji akan selalu doakan agar Allah menyampaikan cita-cita.

“Sudah semangat sekarang?”, tanya ibu.

Ah, ibu…

Padahal ibu sendiri sedang sakit. Sesungguhnya, lebih pantas bungsumu ini yang menghiburmu. Tak seberapa lelahku saat ini, sakitku saat ini, dibandingkan dengan pengorbanan ibu untuk keluarga kita. Tapi ibu selalu begitu. Selalu mendahulukan ayah dan kami. Dirinya sendiri adalah urutan kesekian.

Lalu ibu meminta mencari tafsir Ali Imron ayat 130-135 sebelum mengakhiri sambungan telepon. Tak lupa, ibu berpesan untuk mengamalkan dzikir yang diajarkan Rasulullah pada Fatimah sebelum tidur, 33 kali tasbih, 33 kali hamdallah, 33 kali takbir.

i borrow the pic

Iya, Ibu, aku akan ingat pesanmu. Sebagaimana aku mengingat janjiku untuk tak lagi membuatmu menangis. Aku tahu, ibu sedang memendam sedih sendiri.

“Hari ini ibu masak nasi jagung. Ibu ingat jaman kecil dulu. Hhhh, ternyata begini ya rasanya tua. Pantas saja ibu lelah, sudah dari kecil ibu bekerja keras. Tolong terima usaha ibu buat kalian. Ibu sudah usahakan yang terbaik yang ibu bisa. Sakit rasanya mendengar kakakmu mengungkit kekurangannya.”

“Dulu, ayahmu ingin sekali punya anak kedua perempuan. Usaha pertama, keguguran. Yang kedua juga. Lalu, lahir kamu. Ayahmu senang sekali. Tapi kemudian ayah meninggalkan ibu sebelum sempat menikahkanmu. Ibu sedih kalau ingat kamu yatim sekarang.”

Aku juga sedih, ibu, dengan kepergian ayah. Tapi, tidak mengapa. Sungguh. Masih ada ibu, itu cukup buatku sekarang. Allah tidak akan menyia-nyiakan kita. Kita akan baik-baik saja. Dan Ayah, pasti sedang mengintip surga dari kuburnya sekarang. Meminta segera dikumpulkan dengan kita di dalamnya.

Catatan Hati Agustus

i borrow the pic

Berkutat dengan tiga pekerjaan dalam empat bulan ini, memberikan beberapa pelajaran :

  • Judging people doesn’t define who they are. It defines who you are.
  • If you don’t know much about something, keep your mouth shut except for asking question. Sotoy adalah salah satu cara terbaik menunjukkan kebodohan.
  • Tidak ada yang lebih menyebalkan di dunia ini dari seorang bodoh yang sotoy dan ngeyel pula.
  • Seorang teman berkata, “Saat kita menganggap seseorang sombong pada hakikatnya kita tidak menemukan satu pun dalam diri kita yang bisa kita banggakan dihadapannya. Karena jika ada, alih-alih berpikiran “sombong betul” kita akan berpikir “gitu doang?”.
  • Jika benar cinta, kau tak akan pernah melewatkan kesempatan untuk mencuri perhatian-Nya.
  • Silaturahim! Apa pun masalahnya akan semakin besar jika kau lari menghindar. Hadapi. Silaturahim. Dan jaga prasangka baik. Saat kau berhenti berprasangka buruk dan bersilaturahim, kau akan tahu kalau orang lain tak seburuk yang kau sangka dan masalah bisa diselesaikan.

Happy Belated Birthday

hei, kamu yang sedang menikmati the dance-nya dave koz sambil menciumi wangi sedap malam dalam vas, apa kabar hafalan al anfal hari ini? sini, duduk disampingku sebentar! bawa saja setangkai sedap malamnya kesini.

kita harus bicara serius. bukan karena kemaren adalah ulang tahunmu ke-24 yang tak sengaja kulupakan. tapi karena hari ini, kita sudah menempuh perjalanan bersama selama 24 tahun satu hari. sebuah perjalanan pulang kembali ke kampung halaman akhirat. karena kita tidak tahu, berapa lama lagi kebersamaan kita di dunia ini. karena masih ada beberapa dunia yang harus kita lewati, tapi hanya di dunia ini kita bisa mengumpulkan bekal. jadi, mari kita bicara. melihat kebelakang, apa yang bisa kita syukuri, apa yang harus kita benahi. melihat kedepan, apa yang bisa kita usahakan.

24 tahun rasanya singkat ya? tapi kalau kita lihat, banyak juga yang bisa dikenang. aku bersyukur melihatmu tumbuh di tangan ayah dan ibu yang hebat. semoga Allah merahmati mereka atas semua pengorbanan, perjuangan, doa, hati yang menahan dan pelukan sayang. aku berterimakasih pada Tuhan, untuk semua hal yang kau alami. karena aku menyaksikanmu tumbuh dengan itu semua. kau juga merasakannya bukan? kau ingat bagaimana pemberang, sombong, dan bebalnya dirimu dulu? dan lihat sekarang.. betapa kuasa Allah nyata dalam hidupmu dan penjagaannya sempurna di sepanjang usiamu.

24 tahun itu ternyata tidak sebentar ya? maafkan aku yang selama ini sudah mengabaikanmu. memaksamu tidur dan hidup di jam yang tidak normal, sengaja membuatmu tak teratur makan, mencekokimu bergelas-gelas kopi meski tahu lambungmu tak lagi tahan. ah, tapi itu tidak seberapa dengan pengabaianku pada suaramu. sejak dulu aku memang pandai mengajukan alasan. dan meski tak bisa membohongi orang lain, entah mengapa begitu mudahnya aku membohongimu. untuk segala sakit yang kutimbulkan, sekali lagi aku minta maaf.

24 tahun kita bersama, aku ingin berterimakasih. terimakasih untuk mulai percaya pada kemampuanku. terimakasih untuk selalu ada. terimakasih untuk selalu bisa diandalkan. entah berapa lama waktu tersisa, tapi aku janji untuk menempuhnya bersamamu dengan sepenuh kesadaran akan keberadaanmu. janji untuk mendengarkanmu. janji untuk memperlakukanmu dengan lebih baik. janji untuk mencintaimu dengan benar. janji untuk menyediakan kemauan yang tak terbatas untuk keinginanmu yang juga tak terbatas itu.

kamu juga janji ya.. jangan bosan mengingatkanku. janji setiap pagi akan bilang padaku, “you are braver than you believe, stronger than you seem, smarter than you think, and more beautiful than you look”. janji akan selalu minta pada Tuhan untuk mengumpulkan ikhlas, ilmu, amal, ketawadhuan, harta, kezuhudan, kedermawanan, dan akhir terbaik dalam diriku.

that’s it, myself.. motto motto ganbatte kudasai!

My Reasons

01.30

Seperti biasa, saya belum pulang. Tinggal wording. Bikin user manual untuk task management system.

Suatu waktu dalam masa kuliah saya pernah berharap bekerja seperti ini saja. Lebih banyak berkutat dengan dokumentasi daripada codingan. Dulu sekali. Saat saya masih takut dan cupu ngoding. Tapi, sejak saya jatuh cinta pada graphic and image processing, harapan itu saya revisi total. Meski cupunya masih sisa banyak, saya pingin ngoding. Saya suka coding. Dan karena itu, saya rela masih duduk di depan laptop selarut ini..

Namun, di atas kecintaan saya pada coding, ada kecintaan pada ibu. Sosok yang selalu saya rindukan. Yang dengan melihat senyumnya hilang lelah saya seharian. Yang selalu saya telpon sebelum memulai hari dan sebelum tidur. Yang saya tidak pernah bisa baik-baik saja jika ia tidak baik-baik saja.

Namun, di atas kecintaan saya pada ibu, ada Allah.. Allah yang selalu ada tiap kali saya butuh meski saya seringkali lupa menyapa-Nya dengan penuh cinta. Allah yang selalu menunggu saya pulang ke rumah-Nya meski saya sering malasnya daripada rajinnya. Allah yang selalu menjaga saya meski saya tak selalu mengindahkan perintah-Nya, pesan-Nya..

Seperti malam ini. Semoga tidak ada fitnah yang muncul.

pict source


Mulai Saja Apa yang Bisa Dilakukan

Kalau apa yang membuat saya belajar jadi dewasa adalah semua keterbatasan dan masalah, maka saya tidak keberatan itu semua ada. Saya tidak keberatan bertanggung jawab menyelesaikannya meski masalah itu bukan saya yang buat tapi mendatangi saya begitu saja. Apalagi jika saya yang buat kekacauan itu.  Karena dengan demikian, saya tahu, bahwa masih ada fase hidup yang terus bisa dijalani. Masih bisa naik level, masih bisa tambah senjata, masih bisa punya surviving skill yang update. Itu perjalanan yang mesti ditempuh, menuju ke satu titik. Dan harus saya pastikan bahwa kilas balik di titik itu akan menyatakan saya menang.

Untuk semua ada masanya. Begitulah yang saya pahami dari pengalaman selama ini. Ada masa dimana saya harus belajar rendah hati saat keluarga mampu berdiri sendiri dan membantu keluarga lain. Ada masa dimana saya harus belajar berani ketika dimusuhi seisi SD mulai dari kepala sekolah sampai teman-teman saat menolak permintaan guru untuk memberikan contekan agar rata-rata NEM tinggi. Ada masa dimana saya harus belajar bagaimana menyandarkan kepercayaan diri pada sesuatu yang lebih hakiki daripada materi saat saya dikucilkan karena miskin. Ada masa dimana saya belajar berbagi ketika menyaksikan ibu tetap membantu orang lain di tengah segala keterbatasan kami. Ada masa dimana saya belajar kerja keras dari keseharian ayah. Ada masa dimana saya harus belajar sabar ketika  ayah mulai sakit, belajar memahami kenapa, mulai dari kenapa ayah sakit sampai kenapa ayah harus pergi di saat itu. Saat saya hampir bisa memberikan hadiah terbaik yang telah saya usahakan empat tahun lamanya. Saat ayah masih belum bisa berdamai dengan kesedihan dan kekecewaannya. Itu semua adalah masa-masa yang saya syukuri. Termasuk penyesalan yang mengiringi berbagai kesalahan langkah. Karena, dengan itu semua saya menjadi lebih baik. Lalu kondisi pun membaik sedikit demi sedikit.

Saya hanya tidak boleh jalan ditempat. Karena ketika saya mulai berjalan ke depan sambil terus berdoa, mengucapkan harapan-harapan saya, mimpi-mimpi saya kepada yang bersemayam di arsy dan juga tinggal di hati saya, hari itu memang ada. Hari itu, mimpi-mipi saya, saya sudah hidup di dalamnya. Insya Allah.

pict source

———-

Painting The Sky, terimakasih sudah menginspirasi 🙂