Shadaqah yang Sungguh

Can’t stress enough how wonderful and touching this scene, and how far I am from them..

Abu Mas’ud, Uqbah bin Amru Al Anshari ra. berkata:

Ketika turun ayat yang menganjurkan untuk bershadaqah, kami membawa shadaqah di atas punggung kami. Seorang laki-laki datang dengan shadaqah yang banyak. Melihat lelaki tersebut, orang-orang munafik berkata,

“Orang ini bershadaqah agar dipuji orang lain”

Sementara itu, seorang laki-laki lain datang dengan membawa shadaqah satu sha’ (1/3 liter). Orang-orang munafik kembali berkata,

“Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan satu sha’ ini.”

Lalu Allah menurunkan ayat, “(Orang-orang munafik itu), yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi shadaqah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.“ (At Taubah 79)

~* Muttafaq’alaih *~

Para sahabat itu, begitu bersegera pada kebaikan. Berbondong-bondong bersedekah hanya “sekedar“ karena turun ayat yang menganjurkan bersedekah. Sementara kita, betapa sering sedekah kita begitu transaksional: karena kita mengharapkan, membutuhkan sesuatu dari Allah yang seringkali duniawi. Padahal..

Abu Hurairah berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Nabi saw. dan bertanya, ‘Ya Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?’

Rasul menjawab, ‘Hendaklah kamu bershadaqah ketika kamu berada dalam keadaan sehat, hatimu enggan bershadaqah, dan dirimu takut menjadi fakir serta ingin kaya. Janganlah kamu menunda-nunda berbuat baik sampai nyawa berada di tenggorokan, lalu berkata ‘Ini untuk si fulan dan ini untuk si fulan’. Padahal itu sudah menjadi haknya’.“ (Muttafaq’alaih, Riyadhus Shalihin bab Bersegera Melakukan Kebaikan hadits ke-4)

Advertisements

Berita dan Sikap Kita

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An Nur 15)

Di musim pemilu ini, kita seringkali mendapati kabar yang mengusik rasa keadilan atau kemanusiaan kita, pun nilai-nilai benar-salah atau baik-buruk yang kita yakini. Lalu dengan semangat membara -yang sebenarnya lebih banyak didorong emosi, kita menyebarluaskan kabar tersebut. Tak lupa berapi-api mengomentari seolah-olah paham dan benar. Sampai kita lupa langkah terpenting sebelum itu semua: tabayyun. Kita lupa mengecek kebenaran berita tersebut, memahami duduk permasalahan seutuhnya, dan melihat dari sudut pandang para pihak yang terlibat. Dan akhirnya, alih-alih memberikan hukuman sosial atau mencerdaskan yang lain, kita justru memperkeruh suasana.

Kalaupun akhirnya proses tabayyun kita membenarkan kabar tersebut,tidak lantas kita harus ikut menyebarluaskan, ramai membahas dengan bahasa yang jauh dari standar santun kebanyakan orang. Ada maslahat dan madharat yang harus kita pertimbangkan. Ada kehatian memilih kata agar pesan kita diterima. Memang semua proses itu tidak menyenangkan, sebagian menyakitkan bahkan. Tapi justru disitulah diuji kematangan dan kualitas diri kita.

Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (Al Furqon 20)

Tentang Kegagalan

Dear Heart.,

You have learned that your greatest failure normally will be followed by the greatest triumph. Jadikan aku hamba yang membanggakan Allah, yang  bila memperoleh kebaikan kamu memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah kemu memuji Allah dan bersabar. Ingatkan aku selalu akan janji Allah saat aku berada di titik nadir..

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah  datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. -Q.S. Al Baqarah : 214

Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat.
Dan sesungguhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’ , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. -QS Al Baqarah : 45 -46

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang indah -Al Ma’arij : 5
Dalam menafsirkan ayat ini, Sayyid Quthb mengatakan, “Sabar yang indah adalah kesabaran yang tenang tenteram, kesabaran yang tidak disertai perasaan-perasaan marah dan gelisah dan tidak pula disertai rasa ragu-ragu terhadap kebenaran janji Allah. Kesabaran orang yang yakin terhadap akibat-akibat, kesabaran orang yang rido dengan takdir Allah, kesabaran orang yang menyadari hikmah dibalik ujian Allah dan kesabaran orang yang senantiasa berhubung dengan Allah dan mencari pahala di sisiNya dan dari apa saja kesusahan yang menimpa dirinya.”

Barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalan (agama)Kami, sungguh benar-benar akan kami tunjukkan jalan-jalan Kami, dan Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. -QS. Al Ankabut : 69

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,… -Al Isra : 7

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” -Al Baqarah : 286

Jadi jangan khawatir jika saat ini kamu mengalami kesusahan, karena pastinya setelah itu akan datang kemudahan dan juga kesuksesan yang jauh lebih besar..

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. -QS. Alam Nasyrah/94:1-8)

Please, let it go.. Jangan biarkan aku membusuk karena kamu terus memelihara lukamu..

Dream another dream..

My Hero Taxi Driver

I am so grateful to meet Pak Yaya, my taxi driver this morning. He told his life story along the way to my office and the wisdom of the story is completely applicable to my situation; If you fell down yesterday, stand up today. He got fired at his late forty as Marketing Manager. He should struggle from zero because no companies would hire him because of his age. He opened a small shop at his house to feed his family and being a taxi driver later. But, successfully ushered his children to graduate school.

“Terus berjuang, Neng. Prinsipnya DUIT, Doa Usaha Ishbir Tawakal.”

There’s no way it’s a coincidence. It must be your doing, My Rabb. I am sorry I almost forgot, that..

You love me the most.

You are every step I made.

You are every minute of my everyday.

You are my daily sunshine.

You are my everything.

Journey

Dear Love,

The journey began. Cool things will happen. Spend your life doing instead of watching. At the end of the day, ask yourself how much of your busywork that you proud of. How much of that running around improves anyone’s life (including yours) for the better. Well done is better than well said, Love.

It’s a tough jouney, Love. You will need friends, people along the journey. Cultivate good, honest and competent, people and keep them. Surround yourself with good people and stay loyal to them. Give them your long term commitment and support. And thay will give you theirs.

You will know failure. Deal with it. Do not fear mistakes. If you fear making mistakes, you become scared to try new things. Fear leaves you nestled in your comfort zone. Staying in your comfort zone leads to nothing. Take risks and give yourself permission to make mistakes.

It’s a long jouney, Love. There will be days when you are exhausted and want to give up. Don’t! Continue to reach out. Push forward day by day but be kind to yourself. Energy and persistence conquer all things.

Much love, Love..

Until we meet at the top 🙂

25 : 4 Mei 2012

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu
Serang
Terjang

i borrow the pic

Chairil Anwar, Diponegoro, Februari 1943

Memperbanyak Sujud

Dikisahkan oleh Rabiah bin Ka’ab al-Aslami, bahwa pada suatu malam ia pernah menyediakan seember air wudhu dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan Rasulullah SAW. Melihat kebaikan yang dilakukan oleh Rabiah, Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah sesuatu dariku, wahai Rabiah.”

Rabiah pun menyebutkan permintaannya. “Wahai Rasulullah, aku minta agar Allah menjadikanku sebagai pendampingmu di surga kelak.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah tak ada permintaan selain itu?”

“Tidak ada, wahai Baginda Nabi. Hanya itu yang ingin aku minta darimu,” jawab Rabiah. “Jika demikian, maka bantulah dirimu untuk memperbanyak sujud.” (HR Muslim)
__________

Dalam hadits ini dipakai penyebutan sebagian dengan maksud keseluruhan. Jadi, yang dimaksud dengan sujud disini adalah sholat. Maka untuk mengamalkan hadits ini, yang seharusnya kita lakukan agar bisa mendampingi Rasulullah di surga adalah memperbanyak sholat sunah bukan memperbanyak sujud-sujud (selain sujud syukur dan tilawah) di luar sholat.

Hadits ini menceritakan pada kita betapa indahnya akhlak Rasulullah. Rasulullah tidak pernah membiarkan orang yang berbuat baik kepadanya begitu saja kecuali dengan membalas kebaikannya. Jangankan pada yang berbuat baik, pada yang berbuat jahat pun Rasulullah membalas dengan kebaikan. Itulah ihsan. Ihsan itu bukan berbuat baik pada orang yang berbuat baik kepadamu tapi berbuat baik pada orang yang berbuat jahat kepadamu. Hikmah dari akhlak ini adalah membrikan tasyjid (stimulan) pada orang yang berbuat baik itu untuk mempertahankan karakter baiknya atau pada orang yang berbuat jahat untuk memperbaiki akhlaknya. Begitulah ta’awun dalam kebaikan dan ketaqwaan. Bukan hanya bersama-sama berbuat baik tapi saling berbuat baik. Semoga kita bisa meneladani akhlak Rasulullah ini, karena dalam setiap sunah yang kita ikuti pasti ada kebaikan, barakah, cinta Allah dan ampunan-Nya atas dosa-dosa kita.

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (Ali Imran: 31)

Hikmah lain hadits ini adalah kemuliaan cita-cita hidup Rabiah. Rabiah tidak meminta harta atau hal lain dari dunia ini tapi yang dimintanya adalah urusan akhirat. Rabiah tahu benar jika ia melewatkan alam barzah dan akhirat dalam siksa maka betapa ruginya. Sedang dunia in sementara, tak lebih dari permainan dan senda gurau belaka. Maka cita-cita tertingginya jelas, menemani Rasulullah di surga.

Dan jawab Rasulullah, “Jika demikian, maka bantulah dirimu untuk memperbanyak sujud” mengajarkan kita bahwa saat kita beramal sholih pada hakikatnya kita berbuat baik untuk diri kita sendiri. Dengang amal sholih dan kebaikan tersebut akan lahir kemaslahatan yang besar untuk dirinya sendiri di dunia maupun di akhirat. Begitu pula ketika seseorang berbuat maksiat dan bid’ah. Pada hakikatnya, ia mengantar dirinya sendiri pada kebinasaan.

Hikmah lain yang ikhtilafi adalah tentang kedudukan sujud. Sebagian ulaman berpendapat bahwa rukun sholat yang paling utama adalah sujud karena di dalamnya kita merendahkan diri di hadapan Allah. Sebagian berpendapat yang utama adalah berdiri karena gerakan tersebut paling lama dilakukan dan di dalamnya dibaca ayat Al Qur’an. Jadi, ditinjau dari bacaan yang utama adalah berdiri dan ditinjau dari gerakan yang utama adalah sujud.

i borrow the pic

NB : Dalam sujud, kita boleh membaca do’a dari Al Qur’an dengan syarat bacaan tersebut diniatkan untuk do’a bukan membaca ayat Al Qur’an. Sujud adalah saat seorang hamba merendahkan dirinya dan ayat Al Qur’an yang agung tidak boleh dibawa-bawa. Syarat kedua adalah yang dibaca adalah bagian dari ayat Al Qur’an yang berupa do’a bukan keseluruhan ayat Al Qur’an.

Oleh-oleh dari kajian di masjid Cipaganti.